Friday, 27 February 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Liburan Tenang, Dolar AS Melemah
Thursday, 1 January 2026 00:17 WIB | US DOLLAR |DOLLAR

Indeks Dolar AS (DXY) tetap sedikit lebih tinggi dalam sesi akhir tahun yang sepi pada hari Rabu. Namun, Indeks ini telah kehilangan sebagian besar keuntungan harian, setelah mencapai puncak di 98,44, dan diperdagangkan di dekat 98,25 menjelang pembukaan sesi AS.

DXY, yang mengukur nilai greenback terhadap sekeranjang enam mata uang, diperdagangkan sekitar 2% di bawah puncak November, di 100,40, dan berada di jalur untuk depresiasi tahunan hampir 10%, kinerja terlemah dalam delapan tahun terakhir.

Dolar AS telah menjadi salah satu kinerja G8 terlemah di 2025

Kekhawatiran investor tentang dampak kebijakan perdagangan Presiden AS Donald Trump yang tidak menentu dan tanda-tanda perlambatan ekonomi yang semakin meningkat telah meningkatkan posisi jual Dolar AS sepanjang tahun. Selain itu, tekanan politik yang belum pernah terjadi sebelumnya pada Federal Reserve untuk menurunkan biaya pinjaman telah mengikis kepercayaan pasar terhadap independensi bank tersebut, mempertanyakan status Dolar AS sebagai mata uang cadangan dunia.

Dengan mempertimbangkan hal ini, Federal Reserve tetap berada di tengah siklus pelonggaran moneter, pada saat sebagian besar bank sentral di dunia telah mencapai tingkat terminal mereka. Ini telah menjadi hambatan yang kuat bagi pemulihan Greenback yang signifikan, dan kemungkinan akan menjaga Dolar AS tetap tertekan di 2026.

Volume perdagangan tetap rendah di hari perdagangan terakhir tahun ini, tetapi laporan Klaim Tunjangan Pengangguran mingguan AS mungkin memberikan dorongan terakhir bagi pasar Valas. Aplikasi untuk tunjangan pengangguran diperkirakan telah meningkat menjadi 220 Ribu pada minggu 16 Desember, dari 214 Ribu pada minggu sebelumnya. Risiko untuk USD condong ke sisi bawah.(alg)

Sumber: FXstreet

RELATED NEWS
Franc Menguat, Dolar Tertekan...
Tuesday, 20 January 2026 14:35 WIB

Pasangan USD/CHF melemah untuk hari ketiga berturut-turut dan diperdagangkan di sekitar level 0,7960 pada awal perdagangan Eropa hari Selasa. Franc Swiss menguat karena meningkatnya permintaan aset am...

Tarif Trump Mengintai, Dolar Sulit Bangkit...
Tuesday, 20 January 2026 14:19 WIB

Indeks Dolar AS (DXY) cenderung lesu di area 99,06 pada perdagangan Senin (19/1), karena likuiditas menipis saat pasar AS libur memperingati Martin Luther King Jr. Day. Meski pergerakan terbatas, sent...

Dolar Tertahan, Pasar Menunggu Rilis Data NFP...
Thursday, 8 January 2026 17:02 WIB

Dolar AS diperkirakan akan naik untuk hari ketiga berturut-turut pada hari Kamis (8/1), tetapi perdagangan tetap berhati-hati karena investor mengambil posisi menjelang laporan Nonfarm Payrolls (NFP) ...

Dolar Menguat ke Level Tertinggi Lebih dari 2 Minggu...
Tuesday, 6 January 2026 23:35 WIB

Indeks dolar sedikit naik ke 98,5 pada hari Selasa, level terkuatnya dalam lebih dari dua minggu, karena investor fokus pada serangkaian data ekonomi penting untuk AS. Indikator terbaru menunjukkan ad...

Dolar AS Mulai Goyah di Awal 2026, Yen Jadi Sorotan dan Pasar Waspada...
Friday, 2 January 2026 14:05 WIB

Dolar Amerika Serikat membuka awal tahun 2026 dengan kondisi lemah pada perdagangan Jumat(2/1). Sepanjang tahun lalu, dolar tertekan oleh banyak mata uang utama akibat menyempitnya perbedaan suku bung...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS